15 Januari 2015

Partai Allah atau Partai Syaitan



Menjelang penyelenggaraan pesta demokrasi di negeri ini, kata partai makin sering terdengar, bahkan menjadi topik hangat yang selalu diperbincangkan oleh semua kalangan, apalagi dengan pernak-pernik di dalamnya. Dalam kamus bahasa Indonesia, kata partai diartikan sebagai perkumpulan (segolongan orang) yg seasas, sehaluan, dan setujuan. Dalam Al-Qur’an partai disebut dengan Hizb, oleh Al-Isfahani dalam tafsir Mizan diartikan “Suatu jama’ah yang sangat kuat dan tegas”.





Kita tinggalkan membahas partai yang menjadi peserta dalam pesta demokrasi, fokus kita pada partai yang disebutkan Allah dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surat Al-Mujadilah ayat 19 – 22. Dalam ayat tersebut, Allah membagi manusia ini menjadi dua partai atau golongan (hizb), satu partai dinamakan dengan hizbussyaitan (partai Setan) dan satu lagi dinamakan hizbullah (partai Allah). Dua partai ini tentu memiliki identitas yang menjadi ciri utama bagi siapa saja anggotanya dan setiap anggotan wajib memiliki ciri-ciri tersebut. Pertanyaanya sekarang, kita berada pada partai mana, hizbussyaitan atau hizbullah?   

Hizbussyaitan (partai Setan)
Berkenaan dengan partai ini Allah jelaskan pada ayat 19 yaitu “Setan telah menguasai merekalalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi”. Dalam ayat ini dijelaskan tentang ciri dari mereka yang berada dalam partai setan, yaitu dikuasai oleh Setan dan mereka lupa mengingat Allah. Setan adalah makhluk terkutuk (ar-rajim), dia berjanji kepada Allah akan memperdaya anak cucu Adam dari berbagai sudut, dengan harapan bahwa manusia ini akan menjadi pengikutnya.

Sebagai hamba Allah, kita diajarkan untuk setiap saat memohon perlindungan dari godaan Setan yang terkutuk, jika berhasil diperdaya olehnya, petaka besar akan menimpa. Kita tidak lagi mampu membedakan mana yang haq dan bathil, mana yang haram ataupun halal, bahkan kita dibuai untuk selalu mengikuti setiap ajakan dan rayuannya itu, bahkan lebih jauh lagi mengingkari seruan Allah yang diperintahkan, mengkhianati amanah serta melakukan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya. Tak heran jika banyak diantara kita yang berani meninggalkan shalat, berani membunuh, tidak takut mencuri, arogan dengan segala kelebihan yang dimiliki dan mengabaikan setiap amanah-amanah yang dititipkan, baik harta, jabatan dan kekayaan. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk tidak mengikuti jejak-jejak Setan, diantaranya QS. Al-Baqarah  ayat 168 dan 208, Al-'An`am ayat 142, Al-'A`raf ayat 22, Yusuf ayat 5, Al-Kahf ayat 50, Taha ayat 117, Al-Qasas ayat 15, Fatir ayat 6, Yaa-Sin ayat 60, dan QS. Az-Zukhruf ayat 62.   

Lalai dibuai Setan berakibat kepada lupa mengingat Allah (dzikrullah), padahal mengingat Allah merupakan perisai untuk menyelamatkan manusia dunia-akhirat. Bahkan dalam surat Az-Zukhruf; 36 Allah menegaskan “Barang siapa berpaling dari dzikirkepada Ar-Rahman, Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang akan selalu menyertainya”. Tentu kesesatan yang nyata dirasakan oleh siapa yang meninggalkan mengingat Allah. Mengingat Allah dalam Al-Qur’an disebut dengan dzikir, secara tajam Dr. H. M. Ruslan, MA menyebutkan dalam bukunya Menyikapi Rahasia Spritualitas Ibnu ‘Arabi bahwa definisi dzikir dalam Al-Qur’an adalah “pikiran, perasaan, yang tajam dan kokoh serta perhatian yang sungguh-sungguh dan terkonsentrasi penuh kepada Allah yang diwujudkan dalam ungkapan, sikap dan prilaku. 

Dua kriteria yang telah dijelaskan merupakan identitas dari partai setan, mereka yang memilih parta ini tentu memiliki kriteria ini, dan Allah pastikan bahwa partai setan adalah partai yang rugi. Program program yang lahir dari partai ini adalah program yang selalu menentang Allah, baik itu melalui perkataan, sikap dan tingkah laku. Dalam ayat 20, Allah pastikan bahwa partai setan dengan program menentang Allah tidak akan pernah menang dan akan menjadi partai hina “Sesungguhnya orang-orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina”.

Hizbullah (partai Allah)
Berkenaan dengan partai ini Allah jelaskan dalam ayat 22 yaitu “Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, mereka saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu Bapaknya, Anaknya, Saudaranya atau Keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Lalu dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung”. 
Ayat ini menerangkan bahwa identitas partai Allah adalah beriman kepada Allah dan Rasul, tidak pernah saling kasih-sayang dengan orang yang menentang Allah dan dalam hati telah kokoh dengan nilai-nilai keimanan. Komitmen yang harus dimiliki adalah tidak akan pernah berkasih-sayang dengan pentang-penentang Allah walaupun mereka itu adalah Bapak, Anak, Saudara, dan keluarga. Komitmen ini merupakan sesuatu yang sulit diterapkan, dan ini merupakan salah satu tantangan dakwah yaitu menyampaikan kebenaran kepada orang-orang terdekat, apalagi orang-orang terdekat itu selalu menjadi bahagian penentang-penentang Allah, inilah yang dialami Nabi Ibrahim ketika berhadapan dengan Azar sang Ayah dan Nabi Nuh ketika berhadapandengan Isteri dan anaknya.

Komitmen ini akan tumbuh dan menjadi bukti keimanan kepada Allah dan Rasul, Allah memerintahkan kepada kita jangan mencampur-adukkan kebenaran dan kebathilan (Q.S Al-Baqarah; 42), dan jangan hanya menyuruh kebaikan kepada orang lain sementara kita mengabaikannya (Q.S Al-Baqarah; 44), Rasulullah menyuruh kita menyampaikan kebenaran walaupun pahit. Komitmen ini menjadi penting sebab akan menjadi identitas utama para anggota partai Allah, tidak mengenal kompromi dengan siapa pun yang menentang Allah. Komitmen ini juga menjadi bukti bahwa Allah telah kokohkan keimanan dalam hati, serta dikuatkan mereka dengan berbagai bentuk pertolongan Allah. 

Identitas yang dimiliki mereka adalah wujud iman yang kokoh dalam hati, Allah akan kuatkan mereka dengan pertolongan-Nya, Allah akan tempatkan mereka dalam syurga, dan yang paling penting adalah Allah telah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah pastikan bahwa partai Allah yang akan menjadi partai pemenang, dengan segala dukungan rahmat dan nikmat dari-Nya.

Untuk itu, pilihan diberikan kepada kita untuk memilih salah satu dari dua partai ini. Sebagai manausia yang masih waras kita akan memilih partai pemenang yaitu partai Allah, memilih partai Allah tentu harus siap menjalankan komitmen-komitmen partai, memiliki nilai identitas yang menjadi ciri utama dari partai. Oleh karena itu, katakan bahwa yang benar tetaplah kebenaran, jangan melakukan pembenaran untuk menutupi kesalahan. Jangan tergoda oleh bujuk rayu setan yang menyebabkan kita tidak lagi berpikir sehat, untuk memilih dan memilah kebenaran dan kebathilan. Selamat berjuang menjadi bahagian dari Hizbullah, Amin.


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan tanggapan anda,,dan saya ucapkan Terimakasih