07 Juni 2014

UJIAN


Satu pesan syair Aceh adalah “Ingat Keu desya tamoe beukayeem, teuma takhem oh geubi bala”, maksudnya kita dianjurkan menangis ketika mengenang dosa-dosa yang telah diperbuat, namun diajurkan tersenyum ketika mendapat cobaan. Syair ini jika ditilik dengan pendekatan kejiwaan umumnya manusia sungguh tidak mungkin, bahkan boleh dikatakan bertolak belakang. Tetapi itulah pesan syair Aceh yang merupakan upaya prefentif dalam menghadapi setiap cobaan yang dihadapi oleh ummat manusia. Sebagai seorang mukmin kita telah diperingatkan oleh Allah bahwa akan diuji setiap saat, ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ankabut ayat 2-3 “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah mengetahui orang-orang yang benar dan pendusta”.

Berdasarkan ayat tersebut, Allah tidak akan membiarkan kehidupan orang-orang mukmin berjalan begitu saja, kecuali  dengan ujian dalam hidupanya, iman dan ujian adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kita mengaku beriman, maka bersiap pula untuk diuji keimanan kita, tentunya dengan ujian yang tidak pernah kita duga-duga. Ada beragam ujian yang Allah timpakan kepada orang-orang mukmi untuk menguji kualitas keimanannya, ini disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 155-158 “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". “Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Salah satu kunci sukses menghadapi setiap cobaan adalah dengan sabar, meskipun sabar itu perkara yang mudah diucapkan dan sulit dipratekkan, sabar pun menjadi salah satu identitas hamba Allah yang khusyuk. Oleh sebab itu, Allah menganjurkan manusia agar memohon pertolongan dalam bersabar dan menjalankan shalat (Q.S Al-Baqarah ayat 45). Allah akan menjamin kesuksesan bagi siapa saja yang sanggup mengikuti ujian yang Allah berikan, baik kesengsaraan maupun kesenangan. Ada fenomena terbalik yang terjadi dalam masyarakat kita, masyarakat menganggap bahwa ujian Allah hanya dalam urusan-urusan kesengsaraan, jika kesusahan menimpa seseorang sering kita mendengar “nyan ujian Allah ateuh geutanyoe, atau tanyoe teungoeh geu uji lee Allah). Untuk perkara kesenangan, umumnya masyarakat tidak menganggapnya sebagai sebuah cobaan, bahkan mereka mengganya sebagai sebuah keberuntungan dan larut dalam kesengan tersebut.

Dalam perkara ini, Allah mengingatkan manusia bahwa ujian tidak hanya dalam bentuk kesusahan semata tetapi kesenangan pun menjadi cobaan, dalam surat Al-Anbiya ayat 35 disebutkan “Sungguh akan kami uji (iman) kalian dengan kesusahan dan (dengan) kesenangan. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan dikembalikan” Nabi Sulaiman merupakan salah seorang nabi yang diberikan kekuasaan dan jabatan, bahkan diberikan kesanggupan mengendalikan jin, beliau berkata “Semua ini merupakan kurunia Allah untuk menguji diriku apakah aku bersyukur atau kufur”. Nabi Sulaiman menyadari bahwa kelebihan yang dikaruniakan Allah merupakan ujian yang harus dijalani  dalam kehidupannya.

Oleh sebab itu, karunia Allah yang telah ditipkan hendaknya kita syukuri, sebab dengan bersyukur merupakan cara terbaik menghadapi ujian Allah dalam bentuk kesenangan. Hal penting yang perlu diingat adalah menempatkan nikmat Allah yang telah dititipkan itu pada jalan/tempat yang dikehendaki oleh pemberi nikmat (Allah), itulah sebenarnya hakikat dari bersyukur. Bagi kita yang memiliki jabatan, hendaknya memposisikan jabatan tersebut pada jalan kemashlahatan ummat, bukan jalan untuk meraup keuntungan dan memperkaya diri, bagi kita yang dianugerahi kekayaan hendaknya kekayaan itu dimamfaatkan dalam kebaikan dan menolong orang-orang yang membutuhkan, bagi kita yang memiliki kelebihan pengetahuan (cerdik-pandai) hendaknya kepandaian kita menjadi pelita bagi orang-orang awam.

Dalam menghadapi setiap ujian dari Allah, kita harus selalu mengingat dan mengenangnya agar menjadi catatan kehidupan serta dapat mengambil hikmah dibalik itu semua. Musibah tsunami misalnya, perlu kita kenang kembali betapa dahsyatnya peristiwa itu, ini untuk mengingatkan kita bahwa kita tidak memiliki kekuatan apa-apa dihadapan yang Maha Perkasa, semua kita adalah milik Allah, kelebihan yang kita miliki pun milik Allah dan Allah adalah pemilik sebenarnya. Kita diajarkan ketika mendapat musibah untuk mengucapkan “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali). Disamping itu pula, kita perlu memetik hikmah bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan kemaksiatan merajarela di permukaan bumi ini, Allah benci kepada mereka yang berbuat kerusakan (dengan bermaksiat), dan Allah akan timpakan bencana akibat dari perbuatan manusia itu sendiri, ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur-an surat Ar-rum ayat 41.

Oleh sebab itu, marilah sama-sama menyikapi setiap ujian Allah (senang atau susah) untuk memperbaiki kehidupan kita menjadi lebih baik, menjaga diri, keluargan dan masyarakat agar tidak melakukan maksiat, sebab dengan bermaksiat kepada Allah secara tidak langsung kita telah mengundang kemurkaan Allah. Setiap selesai shalat kita selalu berdoa memohon perlindungan dari Allah SWT “Allahumma inna nas-aluka ridhaka wal jannah, wanau’zubika min sakhatika wa-nnar” (Ya Allah kami kami bermohon keridhaan-Mu dan surga, dan kami berlindung dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka). Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinaan  radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman, semua urusannya adalah baik. Tidaklah hal itu didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia tertimpa kesenangan maka bersyukur, maka itu baik baginya. Dan apabila dia tertimpa kesulitan maka dia pun bersabar, maka itu pun baik baginya.”

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan tanggapan anda,,dan saya ucapkan Terimakasih