17 Januari 2012

Kinerja dan Iklim Kerja


Suatu hari, ketika saya dan beberapa teman sekantor ngopi bareng di kantin dekat kantor kami, sambil ngopi tanpa terasa kami terlibat diskusi mengasyikkan, kali ini kami terlibat diskusi tentang “iklim kerja”. Berdiskusi perihal iklim kerja memang mengasyikkan, kendati dalam memahami iklim kerja banyak terjadi silang pendapat, bahkan pendapat bahwa iklim kerja tidak berpengaruh pada kinerja. Dalam diskusi itu, saya bertanya mengapa orang Eskimo bermata sipit, dan mengapa orang pinggir pantai cenderung bersuara lantang? Salah seorang dari teman saya menjawab “karena iklim”, iklim  yang mempengaruhi kehidupan orang Eskimo dan pesisir pantai. 

Saya berkesimpulan bahwa iklim kerja juga berpengaruh dalam lingkungan kerja dan berpengaruh pada kinerja. Namun, disisi lain hendaknya kita menganut filosofi ikan laut, meskipun air laut asin ikan tetap tawar. Ini mengisyaratkan bahwa hidup kita hendaknya memiliki filter yang kuat agar tidak mudah terpengaruh dengan kondisi lingkungan sekitar, terutama pengaruh buruk. 

Sedikit kita berbicara tentang birokrasi, kadang birokrasi kita tidak sejalan dengan kebenaran, yang ada hanya pembenaran. Pembenaran itu kadang mengabaikan nilai kebenaran. Setiap insan memiliki memiliki naluri kebenaran meskipun ia penjahat kelas kakap sekalipun, naluri kebenaran akan selalu bertolak belakang dengan tindakan yang tidak sejalan dengan kebenaran, jika  naluri kebenaran masih tetap hidup, tentu kejahatan dan kecurangan akan ditolak. Jika kejahatan tidak mampu dilawan oleh naluri kebenaran, maka manusia ini akan mengalami goncangan jiwa, jiwanya tergoncang oleh tindakan yang dilakukan. 

Tak heran, jika ada orang dalam birokrasi yang stress, jangan heran jika ada yang mengalami stroke, serangan jantung dan gangguan kesehatan lainnya. Sakit mereka ini disebabkan karena mereka membohongi naluri kebenaran mereka sendiri, mereka mendustai hati nurani mereka sendiri, meski dilarang tetap saja dikerjakan. 

Oleh sebab itu, Rasulullah pernah berpesan bahwa katakanlah kebenaran itu walaupun pahit resikonya, jangan selalu bertopeng benar dan berwajah salah, topeng hanya semu sedangkan wajah asli, kebenaran akan selalu menang melawan kejahatan. Sekarang, jika itu benar maka lakukanlah, jika salah berhenti melakukannya, katakan yang benar tetaplah benar, yang salah tetaplah salah. 

Kembali kita ke pokok diskusi tentang iklim kerja, diakui atau tidak bahwa iklim di lingkungan kerja akan berdampak pada kinerja, meski kadang kita sering melupakannya. Jika iklim kerja tidak kondusif maka etos kerja pun akan menurun, semangat beramal pun luntur. Namun, sebagai manusia yang bijak kita dituntut untuk bijak menghadi iklim kerja yang tidak kondusi, menempatkan sesuatu sesuai posisinya dan proporsional, tidak mudah oleh terpaan iklim yang tak menentu. Selamat bekerja, semoga menjadi ibadah !

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan tanggapan anda,,dan saya ucapkan Terimakasih